Senin, 09 Februari 2009

Minggu, 08 Februari 2009

Soto Bandung favorit Mayla

Soto Bandung
Bahan :
1 kg daging sapi sandung lamur
2 L air, untuk merebus
2 cm jahe, memarkan ato iris tipis
3 batang serai, memarkan
4 lembar daun jeruk
5 sdm kecap manis
1 buah lobak, kupas, iris tipis
2 sdm minyak goreng, untuk menumis

Bumbu yang dihaluskan :
8 buah bawang merah
8 siung bawang putih
2 sdt garam
1 sdt merica butiran

Untuk taburan :
1 batang daun bawang, iris halus
2 batang seledri, iris halus
4 sdm bawang goreng
200gram kacang kedelai, rendam hingga lunak, tiriskan dan goreng

Cara membuatnya :
1. Rebus daging dengan jahe, serai dan daun jeruk hingga lunak. Angkat daging, potong dadu dan masukkan kembali ke dalam kuah.
2. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum, masukkan ke dalam kaldu. Tambahkan kecap manis dan lobak, masak sebentar dan angkat.
3. Siapkan mangkuk, tuangkan kuah taburi dengan irisan daun bawang, seledri, bawang goreng, dan kedelai goreng. Sajikan hangat dengan sambal rebus.

Kamis, 05 Februari 2009

masak masak ...........

Fuyunghai Ayam

Bahan:
700 gram daging ayam
100 gram wortel dipotong seperti batang korek api
2 batang daun prei diiris halus
1 siung bw. putih dimemarkan
4 butir telur dikocok
Garam dan lada halus sesuai selera

Bahan Saus:
1 siung bawang putih dimemarkan
50 cc air
5 sendok makan saus tomat
1 sendok teh tepung sagu/maizena dicairkan
Sedikit kapri yang sudah dibersihkan

Cara membuat:
-Tumis bawang putih hingga menguning.
-Masukkan daging ayam yg sudah di suwir, wortel serta garam, lada halus dan daun prei.
-Campurkan tumisan daging ayam ke dalam kocokan telur.
-Dadar di penggorengan datar. Sisihkan.

Saus:
-Tumis bawang putih.
-Masukkan air dan saus tomat.
-Kentalkan dengan cairan tepung sagu/maizena.
-Masukkan kapri.
-Tambahkan garam, ada halus, cuka, gula pasir jika menyukai rasa saus yang tajam.
-Sebelum kapri matang, angkat saus tersebut dan siramkan ke atas dadaran.


Cap Cay

Bahan

1 dada ayam dipotong tipis
200 gram udang dikupas
5 butir bakso dibelah 2
2 bh sosis
10 helai sawi caisim atau sawi putih dipotong-potong
3 batang daun prei dipotong-potong
1 batang daun seledri dipotong-potong
2 buah tomat dibelah 4
1 buah bawang bombay dibelah 4
2 buah wortel dipotong serong & tipis
3 siung bawang putih
4 sendok makan saus tomat
4 sendok makan tepung sagu/maizena
Garam secukupnya
Lada halus secukupnya
Bumbu penyedap sesuai selera

Bahan Kekean

1 btr telur

3sdm Tepung terigu

Merica garam secukupnya

Goreng dng minyak secukupnya

Cara masak

1. Tumis bawang putih hingga menguning dan berbau harum.
2. Masukkan sekaligus ayam dan udang, aduk rata hingga setengah matang.
3. Tambahkan air segelas.
4. Sesudah mendidih masukkan wortel, bakso, kekean dan sayuran lainnya.
5. Aduk terus sambil menambahkan saus tomat, garam, lada dan bumbu penyedap.
6. Setelah rasanya sesuai selera, masukkan cairan tepung sagu/maizena.

7. Segera angkat dari api.
8. Hidangkan selagi hangat.

Jumat, 30 Januari 2009

Tes IQ utk anak??

Sudah seminggu lebih Mayla tidak masuk sekolah.Ternyata ada edaran yg pasti aja mama ga tau. Isi edaran itu adalah akan diadakan tes IQ untuk murid Bimba/PG/TK tg 10 Feb 2009.
Nah....Mayla kan baru 1bln ikut Bimba selain itu umurnya juga 2th 8bln nih kira2 perlu ikutan ga ya??
Sempet nanya juga ke Kepseknya beliau menyarankan untuk ikut aja tapi kok saya ragu ya?seberapa besar manfaat nya?akhirnya browsing deh...
Ini dia hasilnya....

Menurut Maria Farida Kurniawati SPsi
Ketua Yayasan Baby Smile School

Tes IQ sangat tidak disarankan untuk anak balita. Apalagi tanpa tujuan yang jelas. Bila dilakukan tanpa skill/ketrampilan yang memadai dan proses scoring yang tidak akurat, akibatnya, hasil tes tidak valid atau tepat.
Tes IQ juga sangat dipengaruhi situasi dan kondisi. Artinya, bila saat tes putra ibu lagi bad mood, mengantuk, lelah, sakit, dan merasakan ruang yang panas, bising, atau tester alias petugas tes tidak ramah, anak menjadi takut. Masih banyak faktor lain yang mengakibatkan anak tidak siap menjawab atau mengerjakan tes IQ dengan baik. Sehingga, hasilnya tidak maksimal.Bapak dan ibu tidak perlu mengulang tes IQ untuk si kecil. Sebab, dari prestasi anak, bisa diprediksi bahwa si kecil tidak mengalami gangguan apa pun. Bahkan, dia tergolong anak berprestasi dan berbakat. Jangan terpengaruh dengan hasil tes tersebut. Anggap saja tidak pernah ada. Apalagi, ada beberapa sekolah atau lembaga yang memberikan tes hanya sekadar untuk formalitas dengan menghasilkan "ramalan" pekerjaan, bakat, dan sifat anak kelak. Akibatnya, sering orang tua terobsesi dengan hasil yang sangat tidak masuk akal tersebut. Bagaimana mungkin tes yang hanya beberapa menit atau beberapa jam dapat memberikan kesimpulan masa depan seorang anak. Bila hasil tes anak tergolong superior atau cerdas, orang tua menjadi bangga dan terlena. Sehingga, kecerdasan dan potensi anak tidak dioptimalkan. Sebaliknya, bila tergolong biasa atau rata-rata, orang tua menjadi kecewa. Sehingga, mereka ragu dengan kehebatan potensi atau prestasi anak, seperti yang Bapak dan ibu alami saat ini. Yang perlu diingat, masa balita merupakan usia di mana anak masih dalam proses mengoptimalkan semua kecerdasannya.
IQ bukan penentu keberhasilan seorang anak. Itu hanya merupakan salah satu alat ukur untuk mengetahui kecerdasan anak secara umum yang membandingkan dengan anak seusianya. Itu dibutuhkan bila anak dinilai mengalami kelambatan belajar, sulit konsentrasi, prestasi sangat buruk, atau berkebutuhan khusus. Ingatlah, Bu. Bila diasuh dan didorong, anak akan berkembang menurut watak khas dan kemampuannya. Sebab, setiap anak memiliki bakat unik. Wujudkan impian anak dengan memberikan motivasi. Jika orang tua memberi anak kesempatan untuk membuka hati pada apa yang mereka cintai, mereka akan menjadi apa yang mereka cintai. Seperti saat ini, putra ibu mencintai dunia sempoa dan piano. Jangan halangi langkahnya untuk merajut mimpi yang perlahan tapi pasti terealisasi dalam wujud piala, yang merupakan langkah-langkah kecil menggapai bintang. Penilaian terpenting buat anak bukanlah dari berbagai tes, namun lebih pada peran orang tua dalam mendampingi perjalanan hidup si kecil menuju kesuksesan sejati.

Selain itu banyak masukan juga dari blog tetangga
http://tatabina.blogspot.com/2008/09/tes-iq-di-tk-seberapa-perlu.html
http://www.parentsguide.co.id/dsp_content.php?pg=ate&emonth=05&eyear=2005

Rabu, 21 Januari 2009

Belajar Membaca vs Menumbuhkan Minat Baca

Membaca, bisa jadi menjadi momok bagi Anda yang memiliki anak yang sedang bersiap memasuki jenjang pendidikan Sekolah Dasar atau SD. Kebanyakan sekolah mensyaratkan anak lulus serangkaian tes akademik, salah satunya adalah membaca. Hal ini berlaku terutama untuk sekolah-sekolah favorit dimana jumlah peminat jauh melebihi kapasitas yang tersedia, misalnya di SD Negeri Percontohan.

Seakan menjawab kekhawatiran orang tua, sekarang ini banyak ditawarkan produk dan kursus yang seolah mengamini bahwa proses pembelajaran membaca sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Kursus membaca yang menjamur menyediakan kelas untuk anak usia 2 - 3 tahun. Alat bantu yang ditawarkan diklaim bisa digunakan bahkan sejak bayi. Bahkan lebih meluas lagi, kemampuan membaca sejak dini ini dikaitkan dengan kecerdasan anak. Seolah ada kaitan langsung bahwa jika seorang anak bisa membaca lebih cepat dari usia yang seharusnya, maka anak tersebut lebih cerdas dari anak-anak lain di kelompok usianya. Akhirnya, banyak alat bantu dan metoda ditawarkan dengan mengklaim bisa menstimulasi kecerdasan anak atau membentuk anak menjadi cerdas.

SEBETULNYA, KAPAN KEMAMPUAN MEMBACA HARUS DIKUASAI OLEH SEORANG ANAK ? SEBERAPA PENTING PENGAJARAN MEMBACA DILAKUKAN SEDINI MUNGKIN ?

Menurut Judith Hudson, developmental psychologist yang mengasuh kolom “Expert Answers” di www.babycenter.com, anak biasanya belum benar-benar membaca sebelum usia 5 atau 6 tahun. Ia berpendapat, sebelum usia itu, pada kebanyakan anak belum terbentuk jaringan syaraf yang memungkinkan anak untuk menerjemahkan huruf dan menyatukannya menjadi sebuah kata. Memang ada beberapa anak yang mampu membaca lebih cepat dari usia itu, tetapi hal ini terjadi begitu saja, bukan karena mereka mempelajarinya lewat metode atau instruksi langsung.

Karena itu, membebani anak dengan suatu metode atau instruksi langsung yang diluar kemampuannya, bisa jadi membuat anak menjadi frustasi. Apalagi bila kemudian kita menambahkan label negatif pada anak tersebut, seperti bodoh (karena anak tidak juga mampu menguasai materi pelajaran membacanya) atau pemalas (karena anak enggan atau bahkan takut untuk mencoba lagi).

Photobucket

Lalu apakah anak yang “terlambat” belajar membaca, adalah anak yang tidak cerdas dan tidak akan menjadi sosok yang berhasil di kemudian hari ? Mengutip sebuah buku berjudul Right Brained Children in a Left Brained World tidak ada jaminan seseorang yang lebih dahulu bisa membaca akan lebih sukses di masa depan daripada mereka yang terlambat.

Banyak tokoh sukses yang justru terlambat membaca. Albert Einstein, George S. Patton, William Butler Yeats adalah contoh orang-orang yang terlambat membaca, tetapi toh menjadi tokoh terkemuka di masa dewasa mereka.

JADI APA SEHARUSNYA YANG LEBIH TEPAT UNTUK DILAKUKAN ?

Kunci persiapan membaca adalah melalui instruksi tak langsung. Salah satu caranya adalah mengenalkan anak dengan buku dan membuat mereka tertarik dengan ceritanya. Tugas Anda adalah mengenalkan buku sebagai sesuatu yang penting dan mengasyikkan. Cara terbaik untuk menunaikan tugas ini, adalah dengan membacakan cerita pada anak. Cara ini bisa dimulai sejak anak berusia 6 bulan, bayi biasanya menyenangi buku dengan gambar dan sedikit tulisan. Anak usia 1 – 2 tahun tertarik dengan pengulangan dan kata berirama. Anak usia 2 – 3 tahun mulai menyukai cerita dengan kalimat pendek dan sederhana. Usahakan Anda memegang buku dengan posisi yang memudahkan anak melihat dan menunjuk hal-hal yang menarik hatinya.

Buku alfabet dapat membantu anak prasekolah untuk mengenali huruf dan kebanyakan anak dapat mengenali namanya saat ia berumur 3 tahun. Anak dapat pula diajarkan untuk mengenali lambang dan logo yang mereka lihat disekitar mereka. Minta ia untuk menunjuk lambang atau merk eskrim favoritnya, ini adalah langkah penting dari persiapan membaca : ia akan mengerti bahwa kata tertentu mewakili suatu benda.

Berikut ini adalah rangkuman keterampilan yang harus dikuasai anak sebagai persiapan belajar membaca (dikutip dari Nakita) :


    1. Keterampilan Mengenali Bunyi

    Anak dapat membedakan bunyi lafal kata, misal ”dadah”, ”mama”, ”papa”, dan sebagainya. Kemampuan ini biasanya mulai muncul di usia bayi.

    2. Keterampilan Mengenali Benda
    Orangtua bisa menstimulasi dengan mengenalkan benda-benda yang ada di sekitar anak. Umumnya dimulai di usia bayi.

    3. Keterampilan Mengenal Bentuk
    Di usia batita anak sudah dapat dikenalkan pada konsep bentuk yang nantinya diperlukan dalam pengenalan huruf, seperti, bentuk bulat, kotak, lurus, segitiga, oval, dan sebagainya.

    4. Keterampilan Mengenal Simbol / Lambang
    Setelah anak mengenal konsep bentuk, kenalkanlah berbagai simbol, misal: lingkaran yang dikelilingi garis tegak lurus sebagai matahari, tokoh dongeng favorit, dsb.

    5. Keterampilan Mengasosiasi
    Anak mampu mengenal bentuk huruf / tulisan dan bunyi.

    6. Keterampilan Mengenal Huruf dan Suku Kata
    Ketika anak mampu mengenal huruf dan suku kata untuk menggabungkannya menjadi kata, maka dia dapat dikatakan siap membaca

Photobucket

Jadi, pada anak usia dini yang utama bukanlah mengajarinya bisa membaca, tapi bagaimana cara kita untuk menumbuhkan minat baca buah hati kita. Untuk dapat mencintai kegiatan membaca, maka anak perlu memahami apa yang dibacanya. Jadi, membaca bukan hanya sekedar mampu melafalkan tulisan saja.

Kegiatan membaca buku merupakan kegiatan kognitif yang mencakup proses penyerapan pengetahuan, pemahaman, analisis, sintesis, dan evaluasi. Dengan terbiasa melakukan kegiatan itu, pengetahuan, imajinasi, dan krativitas anak terbuka lebar. Tidak berlebihan jika buku disebut sebagai jendela dunia sekaligus investasi masa depan. Anak boleh membaca buku apa saja selama isinya membawa nilai – nilai kebaikan. Jangan lupa, sifat pembelajar adalah salah satu kunci sukses di masa depan.

BAGAIMANA MENUMBUHKAN MINAT BACA PADA ANAK ?


      · Jadilah role model atau tokoh panutan bagi anak

      Bagaimana Anda dapat mengharapkan anak menjadi pencinta buku, kalau ia melihat orangtuanya hampir tidak pernah menyentuh buku ? Ingatlah bahwa anak adalah peniru ulung. Ia dengan serta merta akan meniru aktivitas apapun yang Anda lakukan dengan penuh semangat dan kecintaan.

      · Tumbuhkan atmosfir cinta buku di rumah

      Anda dapat membuat perpustakaan pribadi di rumah. Rumah Anda tidak besar ? Jangan khawatir, cukup relakan satu pojok yang nyaman untuk meletakkan satu rak penuh buku. Atau sediakan rak kecil khusus bagi si kecil untuk menyimpan koleksi pribadinya. Jadikan acara ke toko buku sebagai salah satu agenda akhir minggu keluarga. Atau Anda bisa membacakan cerita sebagai salah satu ritual sebelum tidur si kecil.

      · Be Creative !

      Saat Anda membacakan cerita untuk anak, jangan malu dan ragu untuk bertingkah seru dan konyol sekalipun. Hidupkanlah cerita yang Anda bacakan. Kalau perlu, berdandanlah dengan kostum buatan sendiri. Si kecil dijamin akan menyukai aktivitas ini.

      · Jangan memaksakan kehendak

      Bisa jadi, seseru apapun aktivititas yang Anda rancang untuk kegiatan membaca, ternyata si kecil lebih tertarik untuk bermain dengan koleksi mainannya ketimbang melirik buku yang baru Anda belikan untuknya. Jangan paksa dia. Berikan ia kebebasan untuk memilih. Atau biarkan ia memilih buku yang sesuai dengan keinginannya. Walaupun menurut Anda cerita singa yang lepas dari Kebun Binatang jauh lebih menarik dari cerita ikan yang berenang di sungai, bisa jadi si kecil memiliki sudut pandang dan imajinasi yang berbeda dengan Anda.

      · Istimewakan posisi buku di mata anak

      Katakan kalimat seperti, ”Aduh, rajinnya anak Mama…” bila Anda melihat si kecil tengah asyik memegang buku (Anda kan tidak akan mengatakan hal yang sama bila mendapati si kecil asyik dengan mainannya, misalnya). Atau, jadikan buku sebagai hadiah, reward, atau permintaan kategori istimewa. Seperti dikatakan Shahnaz Haque dalam wawancaranya dengan Inspired Kids,” Mainan belum tentu dikabulkan, tetapi buku selalu boleh.” Dengan demikian, ia menempatkan buku pada posisi yang istimewa.

      · Ajak anak untuk menemukan ”dunia lain” melalui buku

      Bacakan buku tentang tempat-tempat asyik yang belum pernah dikunjungi anak. Atau buku tentang benda atau binatang yang hanya bisa dilihat di buku. Katakan, ”Hm… untung kita baca buku ini ya… Kita bisa tahu ada tempat/benda/binatang yang seasyik/seunik/selucu ini……”
Photobucket

Menumbuhkan minat baca pada anak, ternyata tidak hanya berguna untuk menyiapkan anak belajar membaca. Tetapi juga berguna untuk menumbuhkan kecintaan anak pada buku dan ilmu.

Anak yang cinta buku, cinta ilmu, diharapkan akan memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas untuk menghadapi tantangan hidupnya di dunia yang semakin keras. Bukankah ini jauh lebih berguna daripada ”sekedar” membentuk anak cerdas ?

Dirangkum dari berbagai sumber

© DWR 2008 for www.BeingMom.org

Mengajar Si Kecil Membaca

Resources: How To Teach Reading: For Teachers, Parents, Tutors by Edward Fry and Journey Into Literacy: A Workbook for Parents and Teachers of Young Children by Barbara E.R. Swaby.


Untuk melatih kecerdasan balita, tidak ada yang lebih baik dibandingkan mengajarkan mereka membaca. Pengenalan huruf dan angka sangatlah penting untuk otak mereka. Dan sebenarnya, mengajar anak Anda membaca bisa dimulai dari usia yang cukup dini, tidak perlu menunggu mereka berada di sekolah. Kemampuan membaca sangat berguna bagi kecerdasan otak mereka. Dan seorang anak yang tumbuh dengan rasa senang membaca akan lebih cepat dalam memperdalam ilmu mereka. Tentunya, mengajar si kecil membaca tidak selalu mudah. Karena itu, di bawah ini ada beberapa tips yang dapat membantu Anda untuk mengajar anak Anda membaca.

Perlu Anda ketahui bahwa anak-anak tidak belajar membaca menggunakan matanya, tetapi mengunakan telinganya. Orang tua dapat membantu anak mengenali huruf dengan berbicara kepada mereka, membacakan buku dan bermain permainan pendengaran seperti pantun. Semakin banyak buku yang Anda bacakan kepada anak Anda, semakin banyak kosa kata yang ia kuasai. Kosa kata yang lebih luas akan membantunya mengenali berbagai macam kata saat ia mulai membaca.

Dari lahir sampai usia tiga tahun, anak-anak mendengarkan berbagai kata-kata yang diucapkan dan mulai belajar berbicara. Anak-anak berusia tiga sampai empat tahun mulai memperluas kosa kata mereka dan mulai bisa “bersajak” atau mencari kata-kata yang mempunyai bunyi akhir yang sama. Saat mereka mulai bersekolah, mereka akan diajarkan cara menyatukan huruf-huruf untuk membentuk suatu kata dan menyuarakannya. Mereka mulai belajar membaca kalimat yang sederhana. Setahun dua tahun kemudian mereka akan bisa membaca buku yang mempunyai beberapa bab dan membaca dengan fasih dengan pengertian.

Sebelum mereka mulai bersekolah pun, Anda bisa membantu menyiapkan mereka untuk bisa membaca. Ajarkan mereka alfabet dan bunyi alfabet. Ini adalah awalan dari fonik. Fonik adalah mempelajari apa yang huruf dan kombinasi huruf “katakan”. Fonik adalah bagian yang penting dalam belajar membaca. Ketika anak Anda belajar bunyi huruf, ajarkan untuk “menyatukan” huruf-huruf tersebut untuk “membunyikan” kata baru. Contohnya, huruf a, p, e, l disatukan akan membentuk “bunyi” kata baru yaitu “apel”. Setelah itu, ajarkan utuk membaca kalimat yang pendek menggunakan fonik. Perlahan-lahan ia akan mulai bisa membaca kata demi kata dan akhirnya kalimat demi kalimat dan dapat mengerti sepenuhnya.

Saat Anda membacakan buku kepada anak Anda, ajarkan ia mengeja sambil Anda membacakan cerita. Pilih kata-kata yang mudah dan pendek terlebih dahulu kemudian setelah ia menguasai kata-kata yang mudah dan pendek, Anda bisa mulai mengajarnya mengeja kata-kata yang lebih panjang. Jangan membacakan cerita dengan terburu-buru, tetapi tunjukkan tiap kata dan tiap huruf kepadanya agar ia mulai mengingat dan mengenali setiap huruf dan kata.

Membaca adalah kemampuan yang bisa dipelajari anak Anda sejak dini. Dan kemampuan ini bila dipupuk sejak dini mempunyai berbagai manfaat bagi kecerdasannya. Anak yang gemar membaca terbukti dapat menjadi lebih cerdas dan mempunyai berbagai macam pengetahuan saat ia menjadi dewasa. Tentunya, untuk menumbuhkan rasa suka membaca, Anda harus menjadi contoh baginya. Rasa suka membaca akan tumbuh bila ia sering melihat orang tuanya membaca buku di dalam kesehariannya. Kebiasaan baik Anda bisa membantu buah hati Anda menjadi lebih cerdas, jadi kenapa tidak memulainya?